Minggu, 21 Desember 2025

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 

A. TUJUAN TABEL EXCEL INI

Tabel ini digunakan untuk:

  • Mencatat tanggal pemesanan

  • Menyimpan data customer & domisili

  • Menentukan lama pengiriman otomatis berdasarkan kota

  • Mengurutkan & menganalisis data berdasarkan waktu pemesanan


B. STRUKTUR TABEL DI EXCEL

Buat tabel mulai dari baris 1:

KolomIsi
ATanggal Pemesanan
BNo. Pemesanan
CNama Customer
DDomisili
ELama Pengiriman

C. CARA MEMBUAT DATA DI EXCEL

1. Mengisi Tanggal Pemesanan

  • Masukkan tanggal biasa, contoh:

A2 = 6/3/2021
  • Format:

    • Blok kolom A

    • Ctrl + 1 → Date → pilih format 6 Mar 2021

📌 Jangan mengetik tanggal sebagai teks agar bisa diolah (sort/filter).


2. Mengisi Data Pemesanan

  • Kolom B–D diisi manual:

B2 = 103 C2 = Clara D2 = Palembang

D. TABEL REFERENSI LAMA PENGIRIMAN (WAJIB)

Buat tabel referensi di bagian bawah / samping (misal G2:H5):

G (Kota)H (Lama Pengiriman)
Jakarta1 Hari
Bandung2 Hari
Palembang2 Hari
Surabaya3 Hari

📌 Tabel ini digunakan sebagai acuan rumus lookup.


E. RUMUS LAMA PENGIRIMAN OTOMATIS

METODE 1: VLOOKUP (PALING UMUM)

Ketik rumus di E2:

=VLOOKUP(D2,$G$2:$H$5,2,FALSE)

Penjelasan rumus:

  • D2 → Domisili customer

  • $G$2:$H$5 → Tabel referensi

  • 2 → Kolom lama pengiriman

  • FALSE → Cocok persis

👉 Copy ke bawah sampai baris terakhir


HASIL OTOMATIS

DomisiliLama Pengiriman
Palembang2 Hari
Surabaya3 Hari
Jakarta1 Hari
Bandung2 Hari

F. ALTERNATIF RUMUS (JIKA TIDAK ADA VLOOKUP)

IF BERTINGKAT

=IF(D2="Jakarta","1 Hari", IF(D2="Bandung","2 Hari", IF(D2="Palembang","2 Hari", IF(D2="Surabaya","3 Hari",""))))

📌 Kekurangan:

  • Panjang

  • Tidak fleksibel jika kota bertambah


G. JIKA MENGGUNAKAN EXCEL TERBARU (XLOOKUP)

=XLOOKUP(D2,$G$2:$G$5,$H$2:$H$5)

✔ Lebih singkat
✔ Lebih aman dari error


H. FITUR TAMBAHAN (OPSIONAL TAPI SERING DIPAKAI)

1. Mengurutkan Berdasarkan Tanggal

  • Blok tabel

  • Data → Sort

  • Sort by: Tanggal Pemesanan

  • Order: Oldest to Newest


2. Menghitung Jumlah Pesanan per Kota

=COUNTIF(D:D,"Bandung")

3. Menghitung Pesanan per Tanggal

=COUNTIF(A:A,DATE(2021,3,6))

APLIKASI KOMPUTER BINIS

 



Materi Excel - Lama Pengiriman Otomatis

Materi Excel: Penentuan Lama Pengiriman Otomatis

A. Tujuan Tabel Excel

File Excel ini digunakan untuk:

  • Mencatat data pemesanan customer
  • Mengetahui domisili customer
  • Menentukan lama pengiriman otomatis berdasarkan kota

👉 Kunci utama: penggunaan rumus VLOOKUP atau XLOOKUP.

B. Struktur Tabel di Excel

1. Tabel Data Pemesanan (Tabel Utama)

No. Pemesanan Nama Customer Jenis Kelamin Domisili Lama Pengiriman
101 Andi Laki-laki Bandung 2 Hari

Contoh input:

A2 = 101
B2 = Andi
C2 = Laki-laki
D2 = Bandung

2. Tabel Referensi Kota & Lama Pengiriman

Kota Jakarta Bandung Palembang Surabaya
Lama Pengiriman 1 Hari 2 Hari 2 Hari 3 Hari

📌 Fungsi: sebagai tabel acuan (lookup table).

C. Cara Membuat Lama Pengiriman Otomatis

Metode 1: Menggunakan VLOOKUP

Karena VLOOKUP membutuhkan tabel vertikal, susun ulang tabel menjadi:

Kota Lama Pengiriman
Jakarta1 Hari
Bandung2 Hari
Palembang2 Hari
Surabaya3 Hari

Rumus di sel E2:

=VLOOKUP(D2,$A$14:$B$18,2,FALSE)
  • D2 → Domisili customer
  • A14:B18 → Tabel referensi
  • 2 → Kolom lama pengiriman
  • FALSE → Cocok persis

D. Contoh Hasil Otomatis

Nama Domisili Lama Pengiriman
AndiBandung2 Hari
BudiJakarta1 Hari
ClaraPalembang2 Hari
DewiSurabaya3 Hari

E. Alternatif Rumus (IF Bertingkat)

=IF(D2="Jakarta","1 Hari", IF(D2="Bandung","2 Hari", IF(D2="Palembang","2 Hari", IF(D2="Surabaya","3 Hari",""))))

Kekurangan:

  • Rumus panjang
  • Sulit jika kota bertambah

F. Menggunakan XLOOKUP (Excel Terbaru)

=XLOOKUP(D2,A14:A18,B14:B18)
  • ✔ Lebih sederhana
  • ✔ Lebih aman dari error

G. Format Agar Rapi

  • Header: Bold & background pink
  • Border: All borders & thick border header
  • Alignment:
    • No. Pemesanan → Center
    • Nama → Left
    • Lama Pengiriman → Center

H. Ringkasan Rumus

Fungsi Kegunaan
VLOOKUPMengambil lama pengiriman berdasarkan kota
XLOOKUPVersi modern VLOOKUP
IFAlternatif manual

I. Kesimpulan

Excel ini mengajarkan:

  • Manajemen data customer
  • Penggunaan tabel referensi
  • Rumus lookup otomatis
  • Logika pencocokan data

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 


A. KONSEP DASAR PROYEKSI CASH FLOW

Cash Flow (Arus Kas) adalah perhitungan:

Uang masuk (Revenue) – Uang keluar (Biaya & Pengeluaran)
yang disusun per periode waktu (bulanan).

Struktur utama:

  1. Data operasional (informasi pendukung)

  2. Pendapatan (Cash In)

  3. Biaya penjualan

  4. Pengeluaran operasional

  5. Pendapatan bersih (Net Cash Flow)


B. STRUKTUR TABEL DI EXCEL

1. Pengaturan Kolom

KolomIsi
ANama akun
BAwal
C–NJanuari – Desember

Contoh:

  • A4 = jumlah produk terjual

  • B4 = nilai awal

  • C4 = Januari

  • D4 = Februari
    dst.


C. DATA OPERASIONAL (INPUT MANUAL)

1. Jumlah Produk Terjual

  • Diisi manual

  • Tidak memakai rumus

  • Contoh:

C4 = 25000 D4 = 25000

2. Harga Rata-rata Produk

  • Diisi manual

  • Digunakan sebagai informasi pendukung (tidak dihitung otomatis di tabel ini)


D. BAGIAN PENDAPATAN (CASH IN)

1. Penjualan Barang dan Jasa

  • Input manual sesuai estimasi penjualan

C8 = 21000

2. Semua Akun

  • Input manual (pendapatan tambahan)

3. Sumber Pendapatan Lainnya

  • Input manual (misalnya komisi, penjualan sampingan)

4. Pinjaman dan Dana yang Dimasuk

  • Input manual

  • Termasuk cash in dari pinjaman atau modal masuk


5. TOTAL REVENUE (RUMUS PENTING)

📍 Total Revenue = jumlah seluruh pendapatan

Rumus Excel (contoh Januari):

C12 = SUM(C8:C11)

Artinya:

  • Menjumlahkan:

    • Penjualan barang dan jasa

    • Semua akun

    • Sumber pendapatan lainnya

    • Pinjaman/dana masuk

👉 Copy ke kanan sampai Desember


E. BIAYA PENJUALAN

Berisi biaya yang langsung terkait penjualan:

  • Biaya merchandise

  • Biaya penerimaan

  • Biaya produksi & kemasan

  • Biaya sales & komisi

  • Biaya distribusi & pengiriman

Semua diinput manual.


TOTAL BIAYA PENJUALAN (RUMUS)

📍 Total biaya penjualan = penjumlahan semua biaya penjualan

Rumus Excel (contoh Januari):

C19 = SUM(C14:C18)

👉 Copy ke kanan sampai Desember.


F. PENGELUARAN OPERASIONAL (CASH OUT)

Berisi biaya rutin & tidak langsung, seperti:

  • Gaji & pajak gaji

  • Akunting/legal

  • Iklan

  • Transportasi

  • Asuransi

  • Bunga pinjaman

  • Listrik, air, internet

  • Rental

  • Pajak rumah

  • Training

  • Pembelian modal

  • Pajak penjualan

  • dll.

📌 Semua baris pengeluaran diisi manual sesuai estimasi bulanan.


TOTAL PENGELUARAN (RUMUS)

📍 Total Pengeluaran = seluruh biaya operasional

Rumus Excel (contoh Januari):

C45 = SUM(C21:C44)

👉 Copy ke kanan sampai Desember.


G. PENDAPATAN BERSIH (NET CASH FLOW)

RUMUS UTAMA CASH FLOW

📍 Pendapatan Bersih = Total Revenue – Total Biaya Penjualan – Total Pengeluaran

Rumus Excel (contoh Januari):

C47 = C12 - C19 - C45

👉 Copy ke kanan sampai Desember.


H. KHUSUS KOLOM “AWAL”

  • Kolom AWAL menunjukkan saldo awal atau kondisi awal usaha

  • Bisa bernilai:

    • Positif → modal awal

    • Negatif → defisit awal

Pendapatan bersih AWAL:

B47 = B12 - B19 - B45

I. FORMAT EXCEL AGAR RAPI

  1. Format Rupiah

    • Blok data → Ctrl + 1

    • Pilih Accounting

    • Symbol: Rp (Indonesian)

  2. Border

    • Semua tabel → All Borders

    • Total → Thick Border

  3. Header

    • Bold

    • Background warna (seperti pink di contoh)

  4. Pendapatan bersih negatif

    • Gunakan Font Merah atau Accounting format agar tampil -Rp


J. RINGKASAN RUMUS UTAMA

BagianRumus
Total Revenue=SUM(pendapatan)
Total Biaya Penjualan=SUM(biaya penjualan)
Total Pengeluaran=SUM(pengeluaran)
Pendapatan Bersih=Total Revenue - Total Biaya - Total Pengeluaran


Jumat, 19 Desember 2025

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 


1. Struktur Tabel yang Digunakan

Tabel inventory dibagi menjadi dua bagian (kiri dan kanan) agar data lebih rapi dalam satu halaman.

Struktur Kolom (kiri & kanan sama)

KolomIsi
A / ENo Part
B / FJumlah
C / GHarga
D / HTotal

2. Membuat Judul Laporan

  1. Blok sel A3 sampai H3

  2. Klik Merge & Center

  3. Ketik:

    DAFTAR INVENTORY SUKU CADANG
  4. Tebalkan (Bold)

  5. Blok A4 sampai H4

  6. Merge & Center

  7. Ketik:

    BENGKEL MAKMUR ABADI JAYA

👉 Fungsi Merge & Center agar judul berada di tengah tabel seperti laporan resmi.


3. Membuat Header Tabel

Header Kiri (Baris 6)

A6B6C6D6
no partjumlahhargatotal

Header Kanan (Baris 6)

E6F6G6H6
no partjumlahhargatotal

Format Header:

  • Bold

  • Background warna pink

  • Border semua sisi

  • Text rata tengah


4. Input Data Inventory

Contoh Data (kiri)

KolomIsi
AKode barang (misal: wsd-120)
BJumlah unit
CHarga satuan
DTotal harga

👉 Harga tidak diketik “Rp” manual


5. Format Mata Uang (Sangat Penting)

  1. Blok kolom C, D, G, H

  2. Tekan Ctrl + 1

  3. Pilih Accounting

  4. Symbol → Rp (Indonesian)

  5. Decimal places → 0

📌 Tujuan:

  • Angka tetap bisa dihitung

  • Tampilan rapi & profesional


6. Rumus Total per Barang

📍 Kolom D (Tabel Kiri)

Sel D7

=B7*C7

Penjelasan:

  • B7 = jumlah barang

  • C7 = harga satuan

  • Menghitung total nilai inventory per barang

👉 Copy rumus ke bawah sampai baris terakhir data.


📍 Kolom H (Tabel Kanan)

Sel H7

=F7*G7

👉 Copy ke bawah sampai akhir data kanan.


7. Menghitung Sub Total

Sub Total Kiri

📍 Sel D21

=SUM(D7:D20)

Makna:
Menjumlahkan seluruh total inventory pada tabel kiri.


Sub Total Kanan

📍 Sel H21

=SUM(H7:H20)

8. Menghitung Total Keseluruhan Inventory

📍 Sel H22

=D21+H21

Penjelasan:

  • D21 = Sub total kiri

  • H21 = Sub total kanan

  • Hasil = total nilai seluruh inventory bengkel


9. Format Baris Sub Total & Total

  • Teks Bold

  • Background pink

  • Border tebal

  • Angka rata kanan

👉 Ini menandai angka penting dalam laporan keuangan.


10. Alur Perhitungan (Contoh)

Misalnya data:

  • Jumlah = 25

  • Harga = Rp15.000

Perhitungan:

25 × 15.000 = 375.000

Excel otomatis menghitung karena:

=B7*C7

11. Kesimpulan Laporan

Laporan inventory ini berfungsi untuk:

  1. Mengetahui jumlah stok suku cadang

  2. Menghitung nilai persediaan

  3. Memudahkan pengawasan aset bengkel

  4. Menjadi dasar laporan keuangan


12. Ringkasan Rumus yang Digunakan

FungsiRumus
Total per barang=Jumlah*Harga
Sub total=SUM(range)
Total keseluruhan=SubTotalKiri+SubTotalKanan

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 



Biaya Overhead Pabrik

BIAYA OVERHEAD PABRIK

Tahun 2017

Nama Biaya Overhead Cawu 1 Cawu 2 Cawu 3 Cawu 4 Total % dari Total
Persediaan Material Tidak Langsung Rp 15.000 Rp 14.500 Rp 14.800 Rp 15.200 Rp 59.500 22%
Biaya Buruh Tidak Langsung Rp 12.600 Rp 12.600 Rp 12.800 Rp 13.000 Rp 51.000 19%
Biaya Listrik Pabrik Rp 10.000 Rp 10.500 Rp 10.700 Rp 11.000 Rp 42.200 16%
Total Keseluruhan Rp 37.600 Rp 37.600 Rp 38.300 Rp 39.200 Rp 269.700 100%

📌 Rumus Excel yang Digunakan

Total per Jenis Biaya (Kolom F)
=SUM(B5:E5)
Total per Cawu (Baris 18)
=SUM(B5:B17)
Total Keseluruhan
=SUM(F5:F17)
Persentase dari Total
=F5/$F$18

Gunakan format Accounting (Rp) agar angka tetap bisa dihitung dan format Percentage untuk kolom persentase.

Rabu, 17 Desember 2025

APLIKASI KOMPUTER BISNIS



```html Materi Excel – Formatting & Rumus

📊 Materi Excel: Formatting & Rumus

1. Pengaturan Format Sel (Formatting)

Agar tampilan tabel Excel terlihat rapi dan profesional, lakukan pengaturan berikut:

  • Format Mata Uang (Accounting): Jangan mengetik "Rp" secara manual. Blok sel angka → tekan Ctrl + 1 → pilih Accounting → Symbol Rp (Indonesian).
  • Pemisah Ribuan: Gunakan tanda titik (contoh: 1.000.000) agar mudah dibaca.
  • Alignment: Gunakan Merge & Center untuk judul agar berada di tengah.

2. Penjelasan Rumus Secara Rinci

A. Biaya Transportasi (Baris 8–15)

Total Biaya Transportasi (Sel B15)

=SUM(B8:B14)

Menjumlahkan seluruh komponen transportasi dalam satu hari.

Total Mingguan (Sel I15)

=SUM(B15:H15)

Menghitung total biaya transportasi selama satu minggu.

B. Biaya Konsumsi & Penginapan (Baris 17–21)

Total Konsumsi Harian (Sel B21)

=SUM(B17:B20)

Menjumlahkan biaya penginapan dan makan (pagi, siang, malam).

C. Biaya Operasional Lain (Baris 23–27)

Total Keseluruhan Harian (Sel B27)

=B15 + B21 + SUM(B23:B26)

Menjumlahkan total transportasi, konsumsi, dan biaya lain-lain.

3. Cara Pembuatan Tabel

  • Header Tanggal: Ketik 31-Jan-13 di sel B7, lalu drag ke kanan sampai H7.
  • Kategori: Isi daftar pengeluaran di kolom A (baris 5–26).
  • Input Data: Masukkan nominal biaya sesuai tanggal.
  • Rumus Total: Gunakan fungsi SUM di baris dan kolom total.
💡 Tips Cepat: Blok sel B8–I14 lalu tekan Alt + =. Excel otomatis membuat total baris & kolom.

4. Analisis Tambahan: Biaya per KM

Jika tarif per KM berada di sel B6 (Rp 5.000), maka rumus Nilai per KM:

=(Jarak Tempuh) * $B$6

Tanda $ menjaga agar referensi tarif tetap saat rumus ditarik ke samping.

```

APLIKASI KOMPUTER BISNIS



 

Materi Perhitungan Angsuran Hutang

💰 Materi Perhitungan Angsuran Hutang

1. Informasi Hutang (Input Data)

KeteranganNilai
Jumlah Hutang (E5)Rp 80.000.000
Bunga / Interest (E6)12%
Jangka Waktu (E7)8 Tahun
📌 Data ini menjadi dasar seluruh perhitungan angsuran.

2. Informasi Angsuran & Bunga

Angsuran Bulanan (M5)

=PMT(E6/12; E7*12; -E5)

Total Pembayaran (M7)

=M5 * (E7*12)

Total Bunga (M6)

=M7 - E5
✨ Bunga dibagi 12 karena bunga tahunan.

3. Tabel Jadwal Angsuran Tahunan

Tahun Saldo Awal Angsuran Bunga Pokok Saldo Akhir
1 =E5 =PMT($E$6;$E$7;-$E$5) =B12*$E$6 =C12-D12 =B12-E12
2 =F12 =PMT($E$6;$E$7;-$E$5) =B13*$E$6 =C13-D13 =B13-E13
⬇️ Salin rumus hingga Tahun ke-8 ⬇️
🎯 Target: Pada tahun ke-8, saldo akhir harus menunjukkan Rp 0,00.

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 



Materi Perencanaan Hutang & Rincian Pinjaman

Materi Perencanaan Hutang dan Rincian Pinjaman

1. Tabel Perencanaan Hutang (Kiri)

Tabel perencanaan hutang digunakan untuk membagi total pinjaman sebesar Rp 100.000.000,00 ke dalam beberapa pos pengeluaran, seperti marketing, operasional, perlengkapan, dan lain-lain. Dengan tabel ini, perencanaan penggunaan dana menjadi lebih terstruktur dan mudah dikontrol.

A. Rumus Total Jumlah (Sel L17)

Rumus ini digunakan untuk menghitung total seluruh dana yang dialokasikan pada setiap pos pengeluaran.

=SUM(L6:L16)

Penjelasan:
Fungsi SUM menjumlahkan seluruh nilai pada rentang sel L6 sampai L16, yaitu mulai dari pos Marketing hingga Lain-lain. Hasil perhitungan ini menunjukkan total dana yang direncanakan, yaitu sebesar Rp 100.000.000,00.

B. Rumus Persentase (Kolom N)

Kolom persentase digunakan untuk mengetahui proporsi setiap pos pengeluaran terhadap total dana pinjaman.

=$L6/$L$17

Penjelasan:

  • L6 adalah jumlah dana untuk pos tertentu (misalnya Marketing sebesar Rp 25.000.000,00).
  • Tanda / merupakan operator pembagian.
  • $L$17 adalah total dana pinjaman (Rp 100.000.000,00).

Tanda dollar ($) menunjukkan referensi absolut, sehingga ketika rumus disalin ke baris lain, pembaginya tetap mengacu ke sel L17 dan tidak berubah. Hasil perhitungan berupa angka desimal (misalnya 0,25) yang kemudian diformat menjadi 25% melalui menu Number Format.

2. Tabel Rincian Pinjaman (Kanan)

Tabel rincian pinjaman berfungsi untuk mencatat sumber dana atau pihak-pihak yang memberikan pinjaman, seperti bank atau lembaga lainnya.

A. Rumus Total Pinjaman (Sel R11)

Rumus ini digunakan untuk menghitung total pinjaman dari seluruh sumber dana.

=SUM(R6:R10)

Penjelasan:
Fungsi SUM menjumlahkan nominal pinjaman dari beberapa sumber, seperti Bank BCA, Bank BRI, dan Bank Plecit. Total yang dihasilkan adalah Rp 13.100.000,00.

B. Rumus Saldo Sisa (Kolom W)

Kolom saldo sisa digunakan untuk mengetahui sisa hutang setelah dilakukan pembayaran cicilan.

=Jumlah Awal - Jumlah Telah Dibayar

Contoh:
Jika pada baris ke-6 jumlah pinjaman awal berada di kolom R dan cicilan yang telah dibayar berada di kolom V, maka rumusnya adalah:

=R6 - V6

3. Fitur Tambahan yang Digunakan

Selain penggunaan rumus, terdapat beberapa fitur Excel yang digunakan untuk memperindah dan memperjelas tampilan tabel.

  • Accounting Format
    Digunakan untuk memformat angka agar otomatis menampilkan simbol "Rp" dan pemisah ribuan tanpa harus mengetiknya secara manual.
  • Border (Garis)
    Menggunakan fitur All Borders untuk memberi garis di sekeliling sel sehingga tabel terlihat rapi dan mudah dibaca.
  • Merge & Center
    Digunakan pada bagian judul tabel agar teks berada di tengah dan mencakup beberapa kolom sekaligus.
Kesimpulan:
Dengan menggunakan kombinasi rumus dan fitur format di Excel, perencanaan hutang dan pengelolaan pinjaman dapat dilakukan secara sistematis, akurat, dan mudah dipahami.

Selasa, 16 Desember 2025

APLIKASI KOMPUTER BISNIS 2

 



penjelasan dan rumus pada gambar tersebut sebagai berikut :

Memasukkan Data & Rumus Perhitungan Bulanan

​Kita akan menggunakan Data Set 1 (Baris 6, 7, dan 8) sebagai contoh.

Baris Keterangan (Col F) Data Type Langkah Pengisian

6 (Biarkan kosong di F6) Kuantitas/Unit Masukkan data angka kuantitas (misalnya 12 di G6, 5 di H6, dst.) dari Agustus hingga Juni.

7 (Biarkan kosong di F7) Harga Satuan Masukkan data harga satuan (misalnya 20000 di G7, 25000 di H7, dst.) dari Agustus hingga Juni.

8 (Biarkan kosong di F8) Total Penjualan Masukkan Rumus Perkalian: Di sel G8, ketik: =G6*G7

Penyalinan Rumus Bulanan:

Setelah rumus =G6*G7 dimasukkan di G8, klik sel G8. Arahkan kursor ke sudut kanan bawah sel (muncul tanda + kecil, disebut Fill Handle), lalu klik dan tarik ke kanan hingga sel Q8. Excel akan otomatis menyesuaikan rumus menjadi =H6*H7, =I6*I7, dst.

​Ulangi langkah ini untuk Data Set 2 (Baris 10, 11, 12) dan Data Set 3 (Baris 14, 15, 16) dengan menyesuaikan nomor barisnya (misalnya, di G12, rumusnya adalah =G10*G11).

​Tahap 4: Penerapan Rumus Total Tahunan (SUM)

​Rumus ini digunakan di kolom R untuk menjumlahkan data dari 11 bulan (G hingga Q).

​Total Kuantitas (Data 1): Di sel R6, ketik rumus: =SUM(G6:Q6). (Ini akan menjumlahkan semua kuantitas dari Agustus hingga Juni).

​Total Penjualan (Data 1): Di sel R8, ketik rumus: =SUM(G8:Q8). (Ini akan menjumlahkan semua nilai Total Penjualan).

​Penyalinan Rumus Total:

Setelah rumus SUM di R6 dan R8 dimasukkan, Anda bisa memblok kedua sel tersebut (R6 dan R8). Gunakan Fill Handle (tanda + kecil di sudut kanan bawah) dan klik-tarik ke bawah hingga sel R16 (lewatkan baris data yang bukan total/kuantitas).

​Excel akan otomatis menyesuaikan rumus:

​R10 akan menjadi =SUM(G10:Q10)

​R12 akan menjadi =SUM(G12:Q12)

​Tahap 5: Formatting Data (Rupiah dan Border)

​Format Mata Uang (Rupiah):

​Blok semua sel yang berisi nilai uang (Baris 7, 8, 11, 12, 15, 16, dan kolom R yang berisi total Rupiah).

​Di tab Home, pada grup Number, klik dropdown dan pilih More Number Formats....

​Pilih kategori Accounting atau Currency dan atur Symbol menjadi Rp (Rupiah Indonesia).

​Batas (Borders):

​Blok seluruh area tabel data (misalnya dari F4 hingga R16).

​Di tab Home, pada grup Font, klik ikon Borders (seperti kotak-kotak), dan pilih All Borders.

APLIKASI KOMPUTER BISNIS

 


penjelasan rumus dan langkah membuat file Excel BEP (Break Even Point) seperti pada gambar yang kamu kirim, dijelaskan lengkap dari awal sampai tabel laba-rugi.


1. Data Dasar (Input)

Buat tabel input di Excel:

KeteranganSimbolNilai
Biaya tetap totalFCRp10.000.000
Biaya variabel/unitVCRp15.000
Harga jual/unitPRp35.000

📌 Catatan

  • FC (Fixed Cost) = biaya tetap

  • VC (Variable Cost) = biaya per unit

  • P (Price) = harga jual per unit


2. Rumus Break Even Point (BEP)

a. BEP dalam Unit

Rumus:

BEP (Unit) = FC / (P – VC)

Contoh hitung:

= 10.000.000 / (35.000 – 15.000) = 10.000.000 / 20.000 = 500 unit

👉 Artinya: minimal harus menjual 500 unit agar tidak untung dan tidak rugi.


b. BEP dalam Rupiah

Rumus:

BEP (Rupiah) = BEP (Unit) × Harga Jual

Perhitungan:

= 500 × 35.000 = Rp17.500.000

3. Membuat Tabel Unit Terjual

Kolom yang dibuat:

  • Unit Terjual

  • FC

  • VC

  • TC

  • Sales

  • Profit

Isi kolom Unit Terjual (contoh):

500, 600, 900, 1200, 1500, dst

4. Rumus Setiap Kolom

a. Fixed Cost (FC)

Karena biaya tetap, nilainya sama untuk semua unit.

Isi langsung:

= 10.000.000

b. Variable Cost (VC)

Rumus:

VC = Unit Terjual × Biaya Variabel per Unit

Contoh (500 unit):

= 500 × 15.000 = Rp7.500.000

c. Total Cost (TC)

Rumus:

TC = FC + VC

Contoh:

= 10.000.000 + 7.500.000 = Rp17.500.000

d. Sales (Pendapatan)

Rumus:

Sales = Unit Terjual × Harga Jual

Contoh:

= 500 × 35.000 = Rp17.500.000

e. Profit (Laba / Rugi)

Rumus:

Profit = Sales – TC

Contoh BEP (500 unit):

= 17.500.000 – 17.500.000 = Rp0

📌 Ini membuktikan BEP tercapai di 500 unit.


5. Kesimpulan dari Tabel

  • Unit < 500 → Rugi

  • Unit = 500 → Impas (BEP)

  • Unit > 500 → Untung

Semakin besar unit terjual, semakin besar profit, karena:

  • FC tetap

  • VC naik sebanding unit

  • Sales naik lebih cepat dari TC


6. Ringkasan Rumus Utama

KeteranganRumus
BEP UnitFC / (P – VC)
BEP RupiahBEP Unit × P
VCUnit × VC/unit
TCFC + VC
SalesUnit × P
ProfitSales – TC


APLIKASI KOMPUTER BISNIS

  A. TUJUAN TABEL EXCEL INI Tabel ini digunakan untuk: Mencatat tanggal pemesanan Menyimpan data customer & domisili Menentukan ...